FOSIL – Fosil dan Batuan

Untuk dapat menyatakan umur suatu lapisan batuan, maka kita harus mempelajari fosil-fosil yang ada pada batuan tersebut. Pada hakekatnya, fosil menyediakan bukti-bukti dan peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di bumi serta kapan peristiwa tersebut berlangsung. Istilah fosil seringkali mengingatkan orang pada Dinosaurus. Dinosaurus yang kita kenal saat ini sebenarnya adalah gambar-gambar yang hanya ada di dalam buku, film dan program televisi, serta tulang belulang yang dipajang di banyak Musium. Reptil Dinosaurus merupakan binatang yang mendominasi lebih dari 100 juta tahun diatas bumi, mulai dari zaman Trias hingga Akhir zaman Kapur. Banyak diantara Dinosaurus berukuran relatif lebih kecil, namun demikian pada pertengahan Masa Mesozoikum, beberapa spesies Dinosaurus memiliki bobot hingga mencapai 80 ton. Sekitar 65 juta tahun yang lalu (zaman Kapur), seluruh Dinosaurus yang ada di bumi punah. Alasan yang mendasari kepunahan Dinosaurus secara cepat masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli.

Meskipun semua orang tertarik pada Dinosaurus, ternyata Dinosaurus hanya merupakan bagian terkecil saja dari jutaan spesies yang hidup atau pernah hidup di muka bumi. Dalam kenyataannya bahwa fosil yang tercatat paling melimpah jumlahnya dan mendominasi di muka bumi adalah fosil binatang yang memiliki cangkang (shell) serta fosil dari sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang berukuran sangat kecil. Sisa-sisa binatang atau tumbuhan tersebut tersebar luas didalam batuan sedimen dan merupakan fosil yang paling banyak dipelajari oleh para ahli paleontologi.

Pada abad ke 18 dan 19, seorang ahli geologi berkebangsaan Inggris William Smith dan ahli paleontologi Georges Cuvier dan Alexandre Brongniart dari Perancis, menemukan batuan-batuan yang berumur sama serta mengandung fosil yang sama pula, walaupun batuan-batuan tersebut letaknya terpisah cukup jauh. Mereka kemudian menerbitkan peta geologi berskala regional dari daerah yang batuannya mengandung fosil yang sama. Melalui pengamatan yang teliti pada batuan serta fosil yang dikandungnya, mereka juga mampu mengenali batuan-batuan yang umurnya sama pada lokasi yang berlawanan di selat Inggris.

William Smith juga mampu menerapkan pengetahuannya tentang fosil dalam setiap pekerjaan secara praktis di lapangan. Sebagai seorang teknisi, William Smith adalah orang yang berhasil membangun sebuah kanal di Inggris yang kondisi medannya tertutup oleh vegetasi yang cukup lebat serta singkapan batuan yang sangat sedikit. Untuk itu ia harus mengetahui batuan batuan apa saja yang ada di dalam dan diatas bukit, karena melalui bukit inilah kanal akan dibangun. William Smith dapat mengetahui berbagai jenis batuan yang akan dijumpai dibawah permukaan dengan cara mengkaji fosil-fosil yang diperoleh dari batuan-batuan yang tersingkap di lereng lereng bukit dengan cara menggali lubang kecil untuk mengambil fosil. Dengan mengetahui jenis batuan yang ada, maka dia mampu memperkirakan biaya dan alat apa yang akan dipakai untuk pekerjaan tersebut. Seperti halnya dengan William Smith dan lainnya, pengetahuan suksesi dari bentuk kehidupan yang terawetkan sebagai fosil sangat berguna untuk memahami bagaimana dan kapan suatu batuan terbentuk.

lihat juga :
  1. FOSIL – Pendahuluan
  2. FOSIL – Tipe dan Jenis
  3. FOSIL – Hukum Suksesi Fauna
  4. FOSIL – Batuan dan Perlapisan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s