Masa Arkeozoikum

Pembagian menjadi masa didasarkan atas perkembangan kehidupan yang sudah nyata. Pada dasar semua sedimen dijumpai batuan yang sama sekali tidak mengandung fosil. Masa ini yang kemudian disebut sebagai Azoikum. Di atas lapisan ini kemudian menyusul lapisan-lapisan batuan yang hanya mengandung sisa-sisa bentuk kehidupan yang masih sangat sederhana, terutama tumbuhan tingkat rendah yang menghasilkan gamping. Masa pembentukan sedimen ini yang kemudian dikenal sebagai Proterozoikum.

Sangat sulit untuk membedakan dengan nyata antara kedua masa tersebut, oleh sebab itu Maza Azoikum dan masa Proterozoikum kadang-kadang dijadikan satu masa saja, yang kemudian dikenal sebagai Masa Arkeozoikum. Lama masa ini 4.500-600 juta tahun yang lalu.

Sesudah selesai pembentukan Eratem Arkeozoikum segera disusul oleh Masa Paleozoikum yang dimulai dengan zaman Kambrium. Mulai dan selama zaman Kmabrium berkembanglah jenis-jenis kehidupan yang kemudian dijumpai sebagai fosil, yang dapat dipergunakan sebagai alat penolong dalam penentuan umur relatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa endapan yang berumur Arkeozoikum secara stratigrafis terletak di bawah endapan yang terjadi pada zaman Kambrium, yang dicirikan sudah banyak mengandung fosil. Karena keadaan seperti ini yang selalu digunakan sebagai dasar penentuan batuan yang berumur Arkeozoikum, yang secara stratigrafis terletak di bawah batuan yang diendapkan pada zaman Kambrium, maka endapan yang terjadi pada Masa Arkeozoikum sering disebut sebagai endapan Pra-Kambrium.

  • Sifat Batuan Pra_Kambrium

Batuan yang berumur Pra-Kambrium terutama terdiri dari batuan hablur, baik yng merupakan magma maupun yang merupakan peleburan dan penghabluran kembali batuan jenis lain akibat peristiwa metamorfisme. Pada batuan Pra-Kambrium strukturnya sudah sangat komplek sehingga sangat sulit mengenal kembali peristiwa-peristiwa mana yang telah berlangsung padanya.

  • Umur Batuan Pra-Kambrium

Alas batuan yang tertua yang mengandung fosil yang nyata yaitu batuan Kambrium lebih kurang berumur 600-500 juta tahun. Karena kerak bumi menurut perhitungan berumur 4.500 juta tahun, maka batuan Pra-Kambrium telah mengalami sejarah selama kurang lebih 4.000 juta tahun atau 8 kali lebih tua dibandingkan dengan waktu pembentukan batuan yang berfosil. Apabila batuan Kambrium telah banyak mengalami perubahan maka dapat dibayangkan bagaimana hebatnya pengaruh perubahan yang telah dialami oleh batuan Pra-Kambrium.

  • Pelamparan Batuan Pra-Kambrium

Batuan Pra-Kambrium tampak di muka bumi, di beberapa tempat yang sangat terbatas. Pada umumnya daerah-daerah tersebut merupakan bagian pusat dari benua dengan bentuk yang agak melingkar dengan permukaan sedikit cembung. Karena bentuk yang demikian ini, maka inti Pra-Kambrium disebut pula sebagai perisai benua atau Kraton. Makin jauh dari inti benua batuan Pra-Kambrium ini ditutupi oleh batuan yang lebih muda. Akibat adanya torehan oleh sungai maka akan dapat dilihat dengan jelas susunan dan hubungannya dengan batuan yang lebih muda.

Tempat-tempat di mana batuan yang berumur Pra-Kambrium dapat dilihat antara lain

  1. Grand Canyon, di daerah Arizona di Sungai Colorado di Amerika
  2. Perisai Kanada, di daerah Kanada sekitar Teluk Hudson
  3. Perisai Brasilia, di daerah Guyana sekitar Venezuela
  4. Perisai Afrika Pusat, di daerah pusat Benua Afrika
  5. Perisai Fenoskandia (Perisai Baltik), di daerah Finlandia, Swedia, negara-negara Baltik
  6. Perisai Angara, di daerah Siberia dan Tiongkok Utara
  7. Perisai Gondwana, di daerah India yang meliputi hampir seluruh daerah selatan lembah Indus-Gangga
  8. Perisai Sjan, di derah Tiongkok Tenggara dan Indocina
  9. Perisai Australia, di Benua Australia
  • Kesan-kesan Adanya Kehidupan dalam Pra-Kambrium

Kesan-kesan adanya kehidupan dijumpai sudah sngat lama umurnya. Kesan-kesan tersebut dijumpai di daerah Rhodesia. Dengan cara radioaktif dapat diketahui umurnya yaitu lebih kurang 2.650 juta tahun yang merupakan lapisan grafit yang sangat tipis, yaitu karbon bebas yang hanya dapat dibentuk  oleh tumbuhan berhijau daun. Daerah lapisan grafit tersebut sayangnya tidak dapat diamati lebih lanjut bagaimana sifat dan bangun dari struktur tumbuh-tumbuhan tersebut.

Orang mengira bahwa beberapa batu gamping dengan bentuk yang tidak teratur kadang-kadang dengan lapisan tipis grafit telah terbentuk oleh tumbuh-tumbuhan tingkat rendah yang mengeluarkan zat gamping (sebagsa Algae). Di samping itu dijumpai pula jejak rayapan sebangsa cacing yang kurang begitu nyata. Dengan demikian maka bukti adanya kehidupan yang nyata selama Pra-Kambrium masih belum dapat dipastikan.

  • Batuan Pra-Kambrium di Indonesia

Hingga sekarang belum dijumpai dengan pasti kemungkinan adanya endapan yang berumur Pra-Kambrium di Indonesia. Apabila dijumpai kemungkinan besar akan didapatkan di derah yang berdekatan dengan daerah Perisai Australia yaitu Pulau Irian.

About these ads

One thought on “Masa Arkeozoikum

  1. kain batik mengatakan:

    Great goods from you, man. I have understand
    your stuff previous to and you are just extremely wonderful.
    I actually like what you’ve acquired here, certainly like what you are stating and the way in which you say it.
    You make it enjoyable and you still take care of to keep it sensible.
    I can’t wait to read far more from you. This is actually a wonderful website.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s