Skala Waktu Geologi

Tidak diketahui dengan pasti berapa juta tahun yang lalu bumi ini “dilahirkan”. Demikian pula kapan kulit bumi ini terbentuk.

Untuk memperkirakan hal tersebut, dengan didasari ilmu pengetahuan dan bertitik tolak dari gejala-gejala geologi yang terekam pada kulit bumi yang berhasil diamati, dicoba disusun skala waktu geologi.

Seorang ahli geologi Italia bernama Giovani Arduino (1760) mengusulkan pembagian skala waktu geologi menjadi :

  • Primer (Tertua)
  • Sekunder (Menengah)
  • Tersier (Termuda)
  • Kwarter (pada masa berikutnya zaman ini dimasukkan dalam pembagian skala waktu karena dianggap lebih muda daripada zaman tersier)

Pada perkembangan selanjutnya, istilah Primer dan Sekunder tidak digunakan hingga sekarang.

Dasar pembagian menjadi kurun bertitik tolak dari ada dan belum adanya kehidupan yang nyata. Pada Kurun Kriptozoikum belum dijumpai adanya kehidupan yang nyata, sedangkan pada Kurun Fanerozoikum sudah nyata ada kehidupan.

Pembagian menjadi masa didasarkan atas adanya perkembangan kehidupan yang sudah nyata. Pada dasar semua sedimen dijumpai batuan yang sama sekali tidak mengandung fosil. Masa ini kemudian disebut Azoikum (a = tidak, zoon = kehidupan). Di atas kehidupan ini kemudian menyusul lapisan-lapisan batuan yang hanya mengandung sisa-sisa bentuk kehidupan yang masih sangat sederhana, terutama tumbuhan tingkat rendah yang menghasilkan gamping. Masa pembentukan sedimen ini yang kemudian dikenal sebagai Proterozoikum (Proto = masa lampau, zoon = kehidupan). Sangat sulit untuk membedakan dengan nyata antara kedua masa tersebut, oleh sebab itu Masa Azoikum dan Masa Proterozoikum kadang-kadang dijadikan satu masa saja  yang disebut sebagai ARKEZOIKUM.

Kemudian menyusul masa yang sudah terdapat jenis tumbuh-tumbuhan (flora) dan binatang (fauna), sebagian dari bentuk kehidupan yang terkhususkan, tetapi semua jenis kehidupan tersebut kini sudah tidak terdapat lagi (kecuali beberapa bentuk yang jumlahnya tidak seberapa) karena bentuk-bentuk tersebut telah punah. Masa ini dikenal sebagai masa Paleozoikum (paleo = tua = kuno, zoon = kehidupan).

Kemudian menyusul masa yang mempunyai tumbuh-tumbuhan dan binatang yang erat hubungan kekeluargaannya dengan yang ada sekarang, meskipun sejumlah besar dari jenis-jenis tersebut kini telah punah. Masa ini mempunyai bentuk-bentuk reptilia raksasa sebagai penciri utama, yang lebih dikenal sebagai masa Mesozoikum (mesos = masa tengah, zoon = kehidupan).

Akhirnya datanglah suatu masa dengan sisa-sisa kehidupan yang menunjukkan suatu permulaan pembentukan tumbuh-tumbuhan dan binatang yang sekarang. Pada masa inilah dijumpai binatang menyusui dan binatang lunak yang kini masih hidup. Masa ini dikenal sebagai Kenozoikum (kainos = baru, zoon = kehidupan).

Waktu adanya manusia di dunia yaitu pada akhir Kenozoikum oleh A.W. Garabau disebut sebagai Psikozoikum, suatu nama yang sekarang tidak lazim digunakan (psyche  = arti mula-mula nafas, kemudian semangat, jiwa).

Setiap masa dibagi-bagi menjadi beberapa zaman. Pembagian menjadi zaman terutama didasarkan atas kumpulan kehidupan yang terkhususkan. Pemberian nama untuk zaman tersebut didasarkan atas macam-macam alasan. Beberapa diantaranya didasarkan atas nama wilayah tipe tempat di mana singkapan untuk zaman tersebut tersingkap lengkap, misalnya Devon, Perm, Yura yang lainnya didasarkan atas nama dari suku angsa yang tinggal di daerah itu, misalnya Kambrium  yang semula berasal dari Kimbria. Adapun yang didasarkan atas sifat dari batuan yang mula-mula digolongkan ke dalam zaman tersebut, misalnya Karbon, Kapur atau yang berasal dari pembagian yang semula, misalnya Trias.

Untuk pembagian Kenozoikum terutama didasarkan atas makin banyaknya kehidupan yang ada sekarang. Khusus untuk Zaman Karbon didasarkan atas wilayah tipenya di Amerika di mana dalam hal ini dibagi menjadi Zaman Mississipian dan Zaman Pensylvanian yang terletak di atasnya.

Setiap zaman dibagi lagi menjadi beberapa kala. Nama kala diperoleh dengan menambahkan kata “bawah”, “tengah”, dan “atas” pada zaman yang bersangkutan atau didasarkan atas nama wilayah tipenya, menurut sifat-sifatnya yang tertentu. Dari keterangan tersebut di atas terlihat bahwa pemberian nama kala bukan didasarkan atas kandungan fosil yang ada, tetapi lebih didasarkan pada terdapatnya formasi tertentu di suatu tempat yang pada hakekatnya didasarkan atas macam litologinya. Karena batasan secara litologi ini kurang mencukupi di dalam pemakaiannya, maka untuk setiap zaman, kala demikian pula untuk pembagian menjadi waktu lambat laun dipergunakan fosil sebagai dasar untuk pembagian.

About these ads

5 thoughts on “Skala Waktu Geologi

  1. I was curious if you ever thought of changing the structure of your site?
    Its very well written; I love what youve got to say.
    But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better.
    Youve got an awful lot of text for only having one or 2 images.
    Maybe you could space it out better?

  2. grand theft auto mengatakan:

    Hey there! I just wish to offer you a huge thumbs up for your great information you
    have got right here on this post. I will be coming back to your website for more soon.

  3. progressive insurance mengatakan:

    Wonderful site. Lots of useful info here. I am sending it to some
    buddies ans additionally sharing in delicious.
    And obviously, thanks in your sweat!

  4. best mountain mengatakan:

    I always emailed this blog post page to all my contacts, because if
    like to read it then my friends will too.

  5. best friend rings mengatakan:

    Hello I am so happy I found your webpage, I really found you by accident, while I was browsing on Digg
    for something else, Anyways I am here now and would just like to say
    many thanks for a tremendous post and a all round thrilling blog (I also love the theme/design),
    I don’t have time to browse it all at the minute
    but I have book-marked it and also added in your RSS feeds,
    so when I have time I will be back to read more,
    Please do keep up the fantastic b.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s